Langsung ke konten utama

Trend "Hypebeast" Standar Fashion Remaja Kekinian

oleh Fauzi Kurniawan 1643010088


            Kata Hypebeast akhir-akhir ini banyak sekali menjadi bahan topik pembicaraan di sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Bahkan dari mulut ke mulut terjadi di kalangan remaja di sekolah, di kampus dan tempat tongkrongan gaul. Lalu apa itu HypebeastHypebeast dibaca haipbis adalah istilah mengikuti, terobsesi dan mengenakan pakaian yang mahal dan sedang trend (hype). Tentu  saja trend  Hypebeast dipengaruhi oleh budaya Barat. Selain itu juga dipengaruhi oleh artis ibukota dan artis rapper luar negeri yang sedang naik daun menggunakan pakaian gaya Hypebeast seperti Kanye West, Drake, Kendrick Lamar dan juga artis-artis rapper lainnya. Trend ini mulai dari tahun 2017 dan masih bertahan hingga sekarang.
            Lalu tujuan mereka menggunakan gaya Hypebeast untuk menunjukan seberapa menariknya diri mereka di mata orang lain, walaupun bentuk  pakaian yang dipakai belum tentu pas di badan. Menggunakan brand-brand luar negri yang mahal dan ternama serta orisinal tentunya. membeli barang orisinal merupakan nilai kebanggan pada diri sendiri atas pencapaian hasil yang mereka dapat. Tentu saja pakaian yang mereka gunakan harganya membuat kantong kering dan perlu berpikir ulang untuk membeli barang brand mahal dan ternama. Lalu dari dilema ini apakah akan membuat para pecinta model Hypebeast akan menyerah? Saya pastikan tidak, karena banyaknya muncul brand imitasi alias palsu dengan harga yang menggiurkan, akan menarik di mata para pembeli bagi yang belum memiliki uang yang cukup untuk membeli barang orisinal.     
            Dilema barang mahal menjadi acuan para pembeli khususnya pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan. Tetapi hanya bisa menghandalkan uang tabungan dan modal dari orang tua yang diberikan dari uang saku harian atau meminta langsung. Fenomena ini sering terjadi karena kondisi masyarakat kita yang konsumtif dengan barang-barang mahal. Sehingga, sering kali orang-orang memaksakan kehendak untuk membeli kebutuhan sekunder daripada kebutuhan pokok.   

·         Konsumerisme sebagai tanda kelas sosial 
            Perilaku konsumtif tentu susah untuk dihilangkan perihal pengaruh Era Globalisasi. Segala standar trend harus dicoba dan sebisa mungkin meniru dengan cara apapun. Tidak ada yang menyangkal bahwa pola perilaku konsumtif masyarakat Indonesia sulit diatur karena sudah mendarah daging akibat Era Globalisasi. Gaya hidup masyarakat yang seperti ini berimbas pada pengaruh psikologi menjadi seseorang konsumtif akan menjadi hedonis dan akan mengalami bentura kebudayaan (culture shock). Secara sadar maupun tidak sadar pola hidup ini terbentuk dari kegiatan yang dijalani manusia setiap hari.
            Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi. Maka dari itu sering terjadi penempatan sebuah kelas sosial rendah hingga kelas sosial atas yang terlihat dari kemampuan finansial dan gaya hidup. Lalu hubungan dari trend Hypebeast turut mempengaruhi kelas sosial orang melalui dandanan dan pakaian yang dikenakan demi menaikan status sosialnya sendiri. Sebagai contoh di perkotaan seorang individu membeli sepatu original merek ternama dengan harga resmi senilai Rp. 1.800.000 lalu baju dan celana original senilai Rp. 2.000.000. Dengan mengenal bahwa para individu mendambakan status sosial yang tinggi guna mengukur eksistensi dirinya seorang. Fenomena ini sungguh kurang baik dalam kehidupan sosial karena menyebabkan kecemburuan sosial karena adanya perbedaan kelas-kelas sosial.
            Walaupun selama bertahun-tahun  perubahan fashion sering mengalami perubahan, tidak dapat dipungkiri bahwa cepat atau lambat semua orang akan mengetahui perkembangan fashion yang mengalami pembaharuan dan ekspansi ditiap rinciannya. Meskipun trend yang melanda saat ini adalah Hypebeast yang dianut oleh para remaja Indonesia khususnya perkotaan. 

·         Dampak Positif Mengikuti Trend Fashion
            Jika diambil dari sisi positif dari sudut pandang identitas seseorang dalam mengikuti fashion di zaman sekarang. Model gaya saat ini terbilang kreatif dan unik dalam mengekspresikan wujud pribadinya daripada orang lain. Tentu saja dalam fashion ini tidak harus mewajibkan seseorang untuk mengikuti gaya terbaru, hanya kebetulan saja mendapati model gaya yang sesuai dengan kepribadian yang diinginkan sejak lama. Lalu disisi lain juga membuat diri Anda percaya diri dan yakin dengan penampilan yang Anda kenakan, karena memiliki gaya sendiri maka akan menjadi ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh seseorang. maka rasa kekhawatiran diri sendiri hilang akan percaya diri dari pakaian yang dikenakan mewakili identitas diri sendiri terbentuk dari kepribadian gaya pakaiannya.

·         Dampak Negatif Mengikuti Trend Fashion
            Sesuatu hal yang berbau positif selalu ada hal negatifnya, begitu juga dengan sebaliknya. Mengikuti segala trend luar yang baru masuk lalu langsung ditiru sedemikian rupa tidaklah bagus. Sebuah pasar menciptakan pakaian hanya digunakan untuk orang yang berpenampilan yang menarik dan berkarakteristik. Namun, banyak sekali dari masyarakat kita yang memaksa kehendaknya untuk meniru walaupun trend yang ditiru sangatlah tidak pantas untuknya, alhasil membuat dirinya terlihat aneh dan tidak pantas untuk menjadi panutan bagi orang lain.
            Disisi keuangan sangat tidak bagus untuk mengeluarkan uang sebanyak mungkin hanya untuk memperlihatkan identitas diri yang sebenarnya. Jika dipahami lebih dalam dari aspek tersebut, semua hal tersebut menunjukkan kepribadian diri orang tersebut adalah orang yang boros dan konsumtif. Selain itu mengikuti trend gaya mempengaruhi psikologis seseorang ketika melihat orang lain mengenakan pakaian yang lebih penuh gaya daripada dirinya, yang akhirnya menyebabkan rendah diri bahkan bisa depresi.
            Lalu trend hypebeast atau trend luar tidak ada salahnya untuk ditiru oleh semua orang. Tetapi, sebisa mungkin gunakan kebijakan untuk meniru sesuatu yang sesuai dengan norma dan budaya adat istiadat. Setiap individu memiliki haknya masing-masing untuk menempatkan diri mereka pada suatu objek yang mereka inginkan selama tidak merusak moral orang itu sendiri dan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama : Lukman Hakim Kelas : B43 NPM :1643010119 Paradigma Puasa di Bulan Rajab Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang atau saat memasuki bulan Rajab, mulai bertebaran broadcast di whatsapp, line, instagram ataupun media sosial lain tentang keutamaan puasa Rajab. Ada-ada saja yang mengkhususkannya, seperti puasa bulan Rajab disunnahkan 27 hari, ada pula yang mengkhususkan pada tanggal 1 Rajab saja, atau pada Nisfu (pertengahan) Rajab. Selain itu, ada juga yang mengkhususkan puasa hanya ada pada tanggal 27 bulan Rajab. Bahkan ada pula yang mengkhususkan puasa cukup pada awal, pertengahan, dan akhir bulan Rajab. Seperti yang diketahui, terkadang puasa di bulan Rajab menjadi perbincangan hangat di masing-masing kalangan luas, ada yang pro dan ada yang kontra bak perbincangan pelaku penyiram air keras kepada novel baswedan yang tak kunjung ditemukan jejaknya dan masih menjadi sebuah tanda tanya besar kapan tertangkap. Bingung? Penasaran kan?
Pendidikan Politik dan Kampanye Oleh Ibnu Rusman Saleh 1643010107 PEMILIHAN  apa pun namanya dari pemilihan kepala negara hingga kepala desa tetap saja mewajibkan upaya pendidikan politik bagi pemilih. Pemilihan sebagai prasyarat ketentuan legalitas pemberian hak suara rakyat kepada pemimpin dalam mengelola pemerintahan. Kepemimpinan berbasis pemilihan ini bertujuan menjaga kedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2 UUD 1945) sesuai konstitusi Indonesia. Pemilihan ini dikatakan memenuhi hak-hak memilih bila dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Pasal 22E ayat 1 UUD 1945). Mungkin ini menjadi dasar mengapa semua pemilihan sekarang menggunakan pemilihan langsung mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala desa hingga pemilihan RT/RW pun banyak menggunakan cara langsung. Pascareformasi, pemilihan umum langsung merupakan bentuk pilihan sadar dalam menjaga "kedaulatan rakyat...
Nama   : Ivan Divya Fauzan Kelas   : B43 NPM   : 1643010025 Satay Gahol, Jajanan Murah Penunda Lapar Sembari menunggu pergantian mata kuliah, Lukman dan kawan-kawannya dilanda perdebatan yang tidak terlalu cukup serius. Mereka berdebat apakah iya mereka harus makan Mie ayam atau Ayam Geprek di Kantin, Secara kedua makanan itu tergolong kedalam makanan dengan porsi berat. Menjadi perdebatan karena separuh diantara mereka sudah kenyang, setengahnya lagi sudah tidak lapar, lho . Selain faktor porsi mereka terlalu malas untuk menerjang terik matahari yang menaungi antara Kantin Kuda dan Gedung FISIP II UPNVJT, ini tidak berlaku pada Lukman . Namun diantara faktor-faktor tersebut ada faktor paling dominan yaitu tanggal tua, ya mereka belum mendapat kiriman dari kampung . Terjawab sudah akhir dari perdebatan ini, mereka tidak jadi ke Kantin dan memilih Hape-an di Kelas sembari menunggu kuliah. Fenomena perdebatan seperti ini tidak hanya dialami ...