Langsung ke konten utama
Mobil China Menggugah Selera

Oleh Mohamad Alfian Ardy Zarkasyi 1643010083

MOBIL murah merupakan harapan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Indonesia. Memiliki mobil membuat status yang dimiliki berubah, meskipun hanya mobil murah. Namun, mengendarai mobil di jalan tidak terpapar panas matahari dan hujan sehinga memiliki kebanggaan tersendiri.
Semenjak pemerintah mengumumkan secara resmi kebijakan tentang mobil murah atau LCGC (Low Cost Green Car), para produsen mobil yang ada di Indonesia mulai merespon dari kebijakan pemerintah tersebut. Hampir seluruh merk mobil yang sudah ada di Indonesia memiliki produk LCGC. Mengedepankan desain dan kehematan bahan bakar, mobil ini menjadi tawaran yang menarik.
Aturan mengenai LCGC ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Peraturan ini menyebutkan keringanan pajak bagi penjualan mobil hemat bahan bakar. Hal ini memungkinkan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) menjual mobil di bawah Rp 100 juta. Dengan mobil berkapasitas mesin di bawah 1.200 cc dan konsumsi bahan bakar mencapai 20 km per liter dapat dipasarkan tanpa PPnBM.
Hadirnya skema mobil LCGC membuat daya beli masyarakat bertambah. Tidak perlu mengeluarkan budget yang sangat mahal karena tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) membuat harga mobil LCGC lebih terjangkau.
Wuling Motors menjadi sebuah pilihan baru dijajaran merk otomotif Indonesia. Uniknya, mobil milik Wuling memiliki harga murah, fitur melimpah, dan desain kekinian. Namun, mobil ini tidak masuk skema LCGC. Merk yang datang dari China ini menjadi gebrakan baru akan mobil murah. Disaat merk Jepang memangkas fitur dan kualitas demi mendapatkan harga murah, Wuling hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

Worth to Buy
Nama Wuling mungkin masih asing di masyarakat. Memang merk ini berasal dari China. Tapi produk yang dimiliki Wuling tidak kalah dengan merk mobil lainnya. Salah satu keunggulan dari mobil ini adalah harganya yang setara dengan LCGC. Namun, memiliki kelas yang berada diatas mobil LCGC.
Wakil Presiden Wuling Motors, Cindy Cai mengatakan, Wuling terinspirasi oleh pemahaman akan nilai budaya masyarakat Indonesia yang mengedepankan kekeluargaan dan kebersamaan.
Wuling merupakan produk baru yang menawarkan keunggulan dari segala sisi. Sampai saat ini Wuling masih bermain dikelas LMPV (Low Multi-Purpose Vehicle) dengan Confero dan kelas MPV (Multi-Purpose Vehicle) dengan Cortez . Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, mulai dari safety, hiburan, kenyamanan dan lain-lain, Wuling mampu memangkas harga sampai di bawah rata-rata.
Bila dibandingkan dengan kompetitornya, banyak kelebihan yang dimiliki oleh Wuling. Meskipun setara, Confero dan Cortez memiliki kemewahan yang di atas rata-rata. Segi kenyamanan dan fitur-fitur yang ditawarkan menjadi keunggulan.
Jika kita perhatikan, kebutuhan masyarakat akan mobil semakin meningkat. Pergeseran status sosial akan dirasakan bagi konsumen jika memiliki mobil. Dalam perspektif masyarakat Indonesia, tidak masalah mobil dengan harga murah dan fitur yang sangat minimal. Yang penting tidak kepanasan dan kehujanan di jalan. Keinginan masyarakat Indonesia adalah memiliki mobil murah dengan memiliki fitur yang melimpah. Bagi produsen mobil Jepang, hal tersebut masih sangat tidak mungkin. Karena tiap detail kualitas dan fitur memiliki harga yang dibayarkan.
Wuling menjawab keinginan masyarakat Indonesia. Dengan harga yang terbilang murah, konsumen akan mendapatkan rasa mobil yang benar-benar seperti mobil mahal. Yang menakjubkan, Confero masuk di pasar LMPV sekelas Avanza. Namun, memiliki keunggulan yang jauh dari kompetitornya dan harga di bawah rata-rata. Sementara, Cortez menyasar pasar sekelas Innova. Tetapi memiliki harga yang hanya setengah dari harga Toyota Innova bahkan memiliki fitur yang setara dengan BMW.

Memperketat Persaingan
Untuk sebuah merk baru, Wuling merupakan ancaman tersendiri bagi produsen mobil lainnya. Merk mobil yang sudah lama ada di Indonesia harus lebih kompetitif dalam memasarkan mobilnya. Tapi, kehadiran Wuling juga membuat kompetisi otomotif Indonesia menjadi lebih seru.
Wuling memiliki kesempatan besar untuk mengacaukan pasar dikelasnya. Oleh sebab itu, merk otomotif di Indonesia harus berinovasi untuk menghadirkan mobil yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, merk mobil seperti Honda, Toyota, dan Nissan cukup yakin dengan kemunculan Wuling. Mengapa? Sebab, pertama, diminati atau tidak suatu kendaraan tergantung kepada konsumen. Semakin banyak pilihan akan menguntungkan konsumen.
Kedua, tiap konsumen yang ingin membeli mobil memiliki mindset tersendiri terhadap suatu merek. Baik dari turunan keluarga, pengalaman peribadi dalam penggunaan, ataupun layanan yang diberikan dari suatu merek.
Ketiga, beberapa konsumen akan berpikir, jika membeli mobil murah akan menambah kemacetan dan polusi di jalan karena akan banyak konsumen lain yang membeli. Pertumbuhan daya beli mobil memang tidak sebanding dengan perluasan jalan raya di tiap daerah.
Dari segi harga memang sangat menggiurkan dengan desain dan fitur yang ditawarkan. Namun, dari segi ketahanan tidak ada yang tahu. Hanya waktu yang bisa menjawab. Jika terbukti tahan layaknya kompetitor lain, bukan tidak mungkin Wuling akan benar-benar menghantam pemain lama.
Wuling menyadari bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi. Selain menghadapi pemain lama, Wuling juga harus merubah image masyarakat akan mobil China. Layanan dan servis pun perlu ditingkatkan. Tidak mudah merubah mindset masyarakat akan brand yang sudah melekat seperti Innova, Avanza, dan lain-lain.
Di mata masyarakat, pilihan akan ditentukan oleh selera, budget, dan nama brand. Meskipun Wuling menawarkan banyak keuntungan dan harga yang sangat bersahabat, tidak menutup kemungkinan produknya tidak diminati. Karena faktor aftersales juga menjadi pertimbangan dalam pembelian mobil. Yang bisa kita harapkan adalah persaingan sehat yang dapat memajukan otomotif Indonesia.


                                        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama : Lukman Hakim Kelas : B43 NPM :1643010119 Paradigma Puasa di Bulan Rajab Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang atau saat memasuki bulan Rajab, mulai bertebaran broadcast di whatsapp, line, instagram ataupun media sosial lain tentang keutamaan puasa Rajab. Ada-ada saja yang mengkhususkannya, seperti puasa bulan Rajab disunnahkan 27 hari, ada pula yang mengkhususkan pada tanggal 1 Rajab saja, atau pada Nisfu (pertengahan) Rajab. Selain itu, ada juga yang mengkhususkan puasa hanya ada pada tanggal 27 bulan Rajab. Bahkan ada pula yang mengkhususkan puasa cukup pada awal, pertengahan, dan akhir bulan Rajab. Seperti yang diketahui, terkadang puasa di bulan Rajab menjadi perbincangan hangat di masing-masing kalangan luas, ada yang pro dan ada yang kontra bak perbincangan pelaku penyiram air keras kepada novel baswedan yang tak kunjung ditemukan jejaknya dan masih menjadi sebuah tanda tanya besar kapan tertangkap. Bingung? Penasaran kan?
Pendidikan Politik dan Kampanye Oleh Ibnu Rusman Saleh 1643010107 PEMILIHAN  apa pun namanya dari pemilihan kepala negara hingga kepala desa tetap saja mewajibkan upaya pendidikan politik bagi pemilih. Pemilihan sebagai prasyarat ketentuan legalitas pemberian hak suara rakyat kepada pemimpin dalam mengelola pemerintahan. Kepemimpinan berbasis pemilihan ini bertujuan menjaga kedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2 UUD 1945) sesuai konstitusi Indonesia. Pemilihan ini dikatakan memenuhi hak-hak memilih bila dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Pasal 22E ayat 1 UUD 1945). Mungkin ini menjadi dasar mengapa semua pemilihan sekarang menggunakan pemilihan langsung mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala desa hingga pemilihan RT/RW pun banyak menggunakan cara langsung. Pascareformasi, pemilihan umum langsung merupakan bentuk pilihan sadar dalam menjaga "kedaulatan rakyat...
Nama   : Ivan Divya Fauzan Kelas   : B43 NPM   : 1643010025 Satay Gahol, Jajanan Murah Penunda Lapar Sembari menunggu pergantian mata kuliah, Lukman dan kawan-kawannya dilanda perdebatan yang tidak terlalu cukup serius. Mereka berdebat apakah iya mereka harus makan Mie ayam atau Ayam Geprek di Kantin, Secara kedua makanan itu tergolong kedalam makanan dengan porsi berat. Menjadi perdebatan karena separuh diantara mereka sudah kenyang, setengahnya lagi sudah tidak lapar, lho . Selain faktor porsi mereka terlalu malas untuk menerjang terik matahari yang menaungi antara Kantin Kuda dan Gedung FISIP II UPNVJT, ini tidak berlaku pada Lukman . Namun diantara faktor-faktor tersebut ada faktor paling dominan yaitu tanggal tua, ya mereka belum mendapat kiriman dari kampung . Terjawab sudah akhir dari perdebatan ini, mereka tidak jadi ke Kantin dan memilih Hape-an di Kelas sembari menunggu kuliah. Fenomena perdebatan seperti ini tidak hanya dialami ...