Langsung ke konten utama
Foodo

Sarapan Bubur Ayam Lezat di Malam Hari
Lezatnya bubur ayam yang disajikan pada malam hari sebagai penunda lapar.
Siapa yang tidak mengenal bubur ayam? Ya, makanan khas Indonesia ini merupakan makanan favorit dan sekarang dapat ditemui hampir di seluruh daerah di Indonesia. Pada awalnya, bubur merupakan makanan bagi para kalangan miskin. Orang Jawa memaknai  bubur sebagai simbol pemerataan pada saat krisis panen beras. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan orang zaman dulu mencampurnya dengan banyak air.
Bubur ayam merupakan beras putih yang dimasak dengan melebihkan air agar menghasilkan tekstur yang lembut. Makanan ini sanggup dinikmati hampir oleh semua umur. Lembutnya tekstur bubur membuat mulut tidak perlu susah payah mengunyah dan mencerna makanan ini.
Di Surabaya, kebanyakan bubur ayam dijual pada waktu sarapan. Porsi bubur ayam yang tidak terlalu banyak membuat makanan ini cocok disantap pada saat sarapan. Kandungan gizi yang dimiliki pun juga menjadi salah satu alasan masyarakat sarapan menggunakan bubur ayam.
Namun, ada salah satu bubur ayam di Surabaya yang menjual bubur pada malam hari. Bubur ini adalah Bubur Ayam Mang Dudung. Bagi masyarakat Surabaya, sudah tidak asing lagi mendengar Bubur Ayam Mang Dudung di Jalan Kedungdoro 105, Surabaya. Isu mengenai kenikmatan bubur ini membuat penasaran mereka yang belum pernah mencoba.
Bubur Ayam Mang Dudung berdiri sekitar tahun 1995 dan langsung bertempat di Jalan Kedungdoro sebagai pedagang kaki lima. Bubur ini dirintis langsung oleh Mang Dudung yang berasal dari Bandung. Resep bubur ayam ini dibuat oleh Mang Dudung sendiri.
Awalnya, Bubur Ayam Mang Dudung buka pukul 01.00 dini hari sampai pukul 09.00 pagi. Para pegawai dan warung di sekitarnya menceritakan bahwa pada saat berdiri, warung ini sangat sepi. Bahkan sekali berjualan bubur sering tidak habis. Namun, ketika warisan bubur ini diserahkan kepada menantu Mang Dudung, bubur ini mulai buka pukul 23.00.
Pada saat kita kesana, kita dikejutkan dengan antri yang begitu banyak. Ketersediaan kursi dan meja khas pedagang kaki lima yang terbatas membuat para pelanggan saling tunggu menunggu. Meskipun begitu, banyaknya antrian tidak membuat para pelanggan mengurungkan niat membeli bubur ayam ini. Keramaian pelanggan membuat kita semakin penasaran mengapa bubur ini bisa begitu terkenal akan kelezatannya?
Pada umunya bubur ayam disajikan dengan irisan daging ayam ditambah dengan kecap asin, merica, dan kaldu ayam. Bubur ayam dilengkapi dengan taburan potongan daun bawang, kacang kedelai, bawang goreng, dan lain-lain.
Sebenarnya, bubur ayam Mang Dudung memiliki komposisi yang sama. Hanya saja taburan kacang kedelai diganti dengan taburan pangsit sebagai pelengkap. Kelezatan utama pada bubur ini terletak pada kaldu ayamnya. Ya, kaldu ayam yang digunakan pada bubur ini sangat terasa ayamnya. Tampilan bubur sedikit lebih berkuah daripada bubur pada umumnya karena tambahan kaldu ayam.
Paduan antara bubur dan kaldu menghasilkan bubur yang memiliki rasa lezat dilidah. Taburan suwiran ayam, bawang goreng, pangsit, cakwe, seledri, dan daun bawang menambah kelezatan rasa pada bubur ini. Makanan yang biasa disantap pada waktu sarapan ini berubah menjadi pengganjal perut di malam hari.
Terdapat beberapa menu bubur di warung ini. Ada bubur ayam biasa, bubur ayam dengan telor matang atau setengah matang, bubur ayam dengan babat, dan bubur ayam dengan ati/ampela. Yang menjadi favorit di warung ini adalah bubur ayam ditambahkan dengan telor setengah matang.
Jika penasaran dan ingin menikmati Bubur Ayam Mang Dudung, kamu harus datang secepat mungkin sejak jam buka warung bubur ini. Karena bubur ini bisa habis dalam waktu 2 jam saja. Tinggal satu hal yang masih menjadi pertanyaan dalam menyantap bubur ayam: kalian tim bubur diaduk atau tim bubur tidak diaduk? (Muhammad Alfian Ardy Z. 1643010083)




Komentar