Langsung ke konten utama
Peminatan Olahraga Zaman Now

Oleh Damara Haryo Bagaskoro 1643010111


Ada sebuah ungkapan Latin, “Mens Sana In Corpore Sano.” Yang memiliki arti,  “Di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat”. Makna sesungguhnya dari ungkapan tersebut adalah, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat maka perlu berolahraga, Jika tubuh kita sehat dan kuat, maka jiwa kita juga ikut sehat. Pada kemajuan teknologi seperti saat ini, tak perlu berlelah untuk meraih jiwa yang sehat dengan olahraga. Olahraga konvensional bisa digantikan oleh olahraga elektronik yang tak kalah menyehatkan jiwa, yakni e-Sports (Electronic Sport).
E-Sports merupakan olahraga elektronik di bidang game. Lebih tepatnya adalah tunamen game. Biasanya e-Sport diselenggarakan oleh pihak pengembang game ternama, seperti: Tancent, Riot Games, Valve, dan pengembang lainnya.  Game yang dikompetisikan adalah game yang berbasis online, seperti, League of Legend, DotA 2, PointBlank, Counter Strike Online, dan masih banyak lagi.
Mekanisme turnamen e-Sports digelar di sebuah tempat yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur. Setiap tim yang mengikuti turnamen diundi untuk menentukan lawan. Setiap tim terdiri dari 5-9 anggota.
E-Sports di Indonesia
Di Indonesia, e-Sports akhir-akhir ini mulai ramai dan menarik banyak peminat. Terbukti dengan banyaknya turnamen e-Sport nasional yang telah diselanggarakan, antara lain: Kaskus Dota 2 Battleground,  yang finalnya diselenggarakan pada 29-30 Juli di Balai Kartini, Jakarta. Kemudian ada Indonesia Gaming Championship 2017 by Telkomsel GamesMax yang bertempat di Balai Kartini, Jakarta, pada 21-23 April tahun lalu, dan masih banyak turnamen lainnya.
Perkembangan e-Sports di Indonesia juga didukung dengan adanya asosiasi resmi e-sport di Indonesia, Indonesia eSports Association (IeSPA). Berdiri pada tahun 2014asosiasi yang menaungi para atlet (pemain) e-Sports ini sudah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah. Kini IeSPA sudah menjadi bagian dari Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). FORMI di sini berperan sebagai pembina, serta peranan Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) sebagai pelindung asosiasi keolahragaan dan kepemudaan di Indonesia.
Saat ini, IeSPA juga telah menjadi anggota International e-Sports Federation (IeSF). Keikutsertaan IeSPA menjadi anggota IeSF membawa keuntungan bagi IeSPA, baik untuk menambah pengalaman di kancah Internasional, maupun menambah relasi dengan asosiasi e-Sports internasional lainnya. IeSPA juga akan diundang untuk setiap acara dan pertemuan yang diadakan IeSF , serta dapat berpartisipasi dalam cabang-cabang turnamen e-Sports internasional.
Yang unik dari e-sports di Indonesia, dijadikannya e-Sports sebagai program pembelajaran oleh salah satu SMA yang terletak di Jakarta Pusat. E-Sports menjadi program terbaru mereka dan telah dimulai sejak tahun ajaran 2016-2017.  Sekolah ini memiliki 4 cabang utama e-Sports yang dipelajari, antara lain: Defense of the Ancient 2 (DotA 2), League of Legends, Counter Strike: Global Offensive,dan  Overwatch.
Bagaimana? Masyarakat Indonesia kreatif, kan? E-Sports saja dijadikan program pembelajaran di sekolah.
Peminat e-Sports Selalu Bertambah
Seiring berjalannya waktu, peminat e-Spots yang awalnya hanya segelintir orang, kini semakin bertambah. Tidak hanya dari kaum pria, wanita juga banyak yang menekuni profesi sebagai atlet e-Sports, contohnya adalah Nexia, Monica, Angel, dan masih banyak lagi.
Meningkatnya peminat e-Sports tiap tahunnya tak terlepas dari hadiah yang diperebutkan dalam sekali turnamen. Untuk satu turnamen internasional DotA 2 padatahun 2017, hadiah bisa mencapai Rp 277 milyar. Siapa yang tak tergiur dengan hadiah sebanyak itu, dan itulah yang menjadi salah satu faktor meningkatnya peminat e-Sports. Selain itu, faktor menjadi terkenal juga mebayangi. Dengan kemajuan teknologi, tak sulit untuk bisa mengenal seorang yang jago di bidang e-sports. Lewat media sosial seperti, Youtube, Instagram, atau pun siaran langsung pada game yang dimainkan, membuat kita mudah dikenali. Seperti sebuah pribahasa, “Satu kali dayung, dua, tiga pulau terlampauhi”, mungkin itulah yang menggambarkan atlet e-Sports. Sambil menjalankan hobi, bisa mendapatan penghasilan, serta kepopuleran. Penghasilan mereka juga tidak berhenti pada turnamen, melalui media sosial mereka.  Lewat media sosial mereka bisa mendapatkan penghasilan lain, seperti dari endorse di Instagram dan iklan di channel Youtube mereka. Ataupun menjadi brand ambassador dari suatu produk yang berhubungan dengan game.

Menjadikan Hobi sebagai Profesi
Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Ungkapan tersebut cocok untuk menggambarkan para atlet (pemain) e-Sports. Bagaimana tidak? mereka biasanya menghabiskan waktu untuk sekedar melakukan hobinya bermain game, namun kini waktu mereka tak sekedar untuk mengisi waktu luang dan hobi saja. Hadirnya e-Sports menjadi jembatan dari kegemaran mereka bermain game yang membawa mereka menghasilkan bayaran.
Seperti olahraga pada umumnya, e-Sports juga butuh berlatih, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan mengevaluasi kekurangan dalam permainan. Tidak tanggung-tanggung, mereka yang pernah mengikuti turnamen e-Sports mengalokasikan waktunya berjam-jam, bahkan hingga belasan jam untuk berlatih game.
Potensi e-Spots menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade
Banyak atlet e-Sports yang berharap e-Sports dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga di olimpiade ataupun sejenis ajang olahraga antarnegara lainnya.  Olahraga elektronik ini memang telah menarik banyak peminat dan berpotensi menarik banyak penonton untuk datang langsung menyaksikan pertandingan. 
Dikutip dari tekno.kompas.com, rencananya e-Sports akan menjadi salah satu cabang olahraga di Olimpiade Paris 2024.  Namun rencana itu masih dalam tahap pertimbangan. Presiden Panitia Olimpiade Paris 2024, Tony Estanguet, percaya bahwa pertandingan dengan kemampuan digital perlu dipertimbangkan sebagai olahraga sah bila Olimpiade hendak mempertahankan relevansinya dengan generasi muda, mengutip dari tekno.kompas.com (12/10/2017).
Kabar bahagia datang bagi para atlet e-Sports. Pada gelaran Asian Games ke-18 yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang, e-Sports masuk dalam salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Perhelatan olahraga terbesar se-Asia yang digelar setiap 4 tahun sekali ini akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2018. 
Cabang olahraga e-Sports di Asian Games mendatang ialah masih sebagai olahraga demonstrasi. Di gelaran Asian Games berikutnya, yaitu Asian Games ke-19 Hangzhou tahun 2022, barulah eSport menjadi cabang olahraga yang akan memperebutkan medali.
Penasaran dengan kiprah perdana e-Sport dipertandingkan sebagai cabang olahraga? Nantikan pada bulan Agustus di Asian Games ke-18 Jakarta-Palembang.









      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama : Lukman Hakim Kelas : B43 NPM :1643010119 Paradigma Puasa di Bulan Rajab Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang atau saat memasuki bulan Rajab, mulai bertebaran broadcast di whatsapp, line, instagram ataupun media sosial lain tentang keutamaan puasa Rajab. Ada-ada saja yang mengkhususkannya, seperti puasa bulan Rajab disunnahkan 27 hari, ada pula yang mengkhususkan pada tanggal 1 Rajab saja, atau pada Nisfu (pertengahan) Rajab. Selain itu, ada juga yang mengkhususkan puasa hanya ada pada tanggal 27 bulan Rajab. Bahkan ada pula yang mengkhususkan puasa cukup pada awal, pertengahan, dan akhir bulan Rajab. Seperti yang diketahui, terkadang puasa di bulan Rajab menjadi perbincangan hangat di masing-masing kalangan luas, ada yang pro dan ada yang kontra bak perbincangan pelaku penyiram air keras kepada novel baswedan yang tak kunjung ditemukan jejaknya dan masih menjadi sebuah tanda tanya besar kapan tertangkap. Bingung? Penasaran kan?
Pendidikan Politik dan Kampanye Oleh Ibnu Rusman Saleh 1643010107 PEMILIHAN  apa pun namanya dari pemilihan kepala negara hingga kepala desa tetap saja mewajibkan upaya pendidikan politik bagi pemilih. Pemilihan sebagai prasyarat ketentuan legalitas pemberian hak suara rakyat kepada pemimpin dalam mengelola pemerintahan. Kepemimpinan berbasis pemilihan ini bertujuan menjaga kedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2 UUD 1945) sesuai konstitusi Indonesia. Pemilihan ini dikatakan memenuhi hak-hak memilih bila dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Pasal 22E ayat 1 UUD 1945). Mungkin ini menjadi dasar mengapa semua pemilihan sekarang menggunakan pemilihan langsung mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala desa hingga pemilihan RT/RW pun banyak menggunakan cara langsung. Pascareformasi, pemilihan umum langsung merupakan bentuk pilihan sadar dalam menjaga "kedaulatan rakyat...
Nama   : Ivan Divya Fauzan Kelas   : B43 NPM   : 1643010025 Satay Gahol, Jajanan Murah Penunda Lapar Sembari menunggu pergantian mata kuliah, Lukman dan kawan-kawannya dilanda perdebatan yang tidak terlalu cukup serius. Mereka berdebat apakah iya mereka harus makan Mie ayam atau Ayam Geprek di Kantin, Secara kedua makanan itu tergolong kedalam makanan dengan porsi berat. Menjadi perdebatan karena separuh diantara mereka sudah kenyang, setengahnya lagi sudah tidak lapar, lho . Selain faktor porsi mereka terlalu malas untuk menerjang terik matahari yang menaungi antara Kantin Kuda dan Gedung FISIP II UPNVJT, ini tidak berlaku pada Lukman . Namun diantara faktor-faktor tersebut ada faktor paling dominan yaitu tanggal tua, ya mereka belum mendapat kiriman dari kampung . Terjawab sudah akhir dari perdebatan ini, mereka tidak jadi ke Kantin dan memilih Hape-an di Kelas sembari menunggu kuliah. Fenomena perdebatan seperti ini tidak hanya dialami ...