Langsung ke konten utama

Nama   : Fauzi Kurniawan
Kelas   : B43
NPM   : 1643010088


Siomay Bandung tapi di Surabaya?


            Siapa yang tidak mengenal Siomay? Makanan khas Indonesia yang berasal dari Bandung yang terbuat dari ikan Tenggiri berbalut kulit tepung juga dilengkapi dengan telur, kentang, kol, tahu, dan disiram dengan bumbu saus kacang. Biasanya siomai dan bahan pelengkapnya dikukus agar dapat disajikan dalam kondisi hangat. Jajanan ini tidak hanya mudah ditemukan pada deretan penjual makanan kaki lima. Tapi apa jadinya jika Siomay khas Bandung ini jualan di kota Surabaya?
            Seperti Siomay Bandung milik  Dede Sajana atau biasa disapa Amang. Pria kelahiran asal Lampung 10 Oktober 1987 yang dibesarkan di Garut ini sukses berdagang siomay hingga sekarang. Amang mulai merantau ke Surabaya pada tahun 2000 untuk membuka bisnis dagang makanan. Beliau merantau karena faktor biaya sekolah pada 1999 yang kala pada tahun itu tidak dibiayai oleh pemerintah. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2004 Amang berhasil meraih kesuksesan dalam mencapai keuntungan berdagang. 
            Sebelum berdagang siomay, awalnya Amang berjualan Batagor yang komposisinya terbuat dari tahu. kemudian dipotong menjadi dadu kecil lalu dicelup ke cairan tepung dan digoreng. Namun beliau berhenti di Tahun 2007 karena peluang dagang siomay di tahun itu pesaing siomay sangat longgar sekali. Setelah merombak dagangan menjadi siomay dagangan Amang semakin laku karena banyaknya variasi isi yang disajikan membuat para pembeli tergiur.  
            Dari wujud gerobaknya Siomay Amang memiliki dua kompor gas sekaligus yang diantaranya untuk menggoreng dan mengukus. Terlihat dari kompor tersebut terdapat menu Siomay Bandung milik Amang ini memiliki beberapa variasi daripada penjual siomay lainnya. Variasi yang dimiliki diantaranya siomay goreng, tahu goreng tepung dan kentang goreng tepung. Menu umumnya terdapat pare, tahu putih, telur rebus, siomay, kubis dan kentang.
            Hampir setiap hari Amang berjualan dari pagi pukul 08.00 WIB hingga sore pukul 16.00 WIB. Pada awalnya beliau jualan di sekolah SDN Kebonsari III/416 Surabaya dari jam pagi hingga siang. lalu dilanjutkan lagi dari siang menuju sore di sekolah SMPN 36 Surabaya. Tentunya banyak sekali anak-anak dan orang tua yang mengenal Amang karena keramahannya saat berjualan. Porsi yang dijual tidak tentu setiap harinya. Karena mayoritas pembeli adalah anak sekolah jajan yang dibeli tidak seberapa banyak untuk dimakan sendiri. 
            Sekarang beliau memiliki empat cabang gerobak yang pertama menetap di SD Darul Ulum Kebonsari Surabaya, kedua keliling di area Jogoloyo, ketiga berada di SDN Karah 3, dan pemiliknya sendiri berada di SDN Kebonsari III/416 sekaligus mampir di SMPN 36 Surabaya. Tentunya berkat kerja keras dan kegigihan selama ini tetap dipertahankan beliau dapat menghasilkan keuntungan. Anggotanya berasal dari orang yang tidak memiliki pekerjaan. Beliau berinisiatif mengajak orang lain agar tidak menganggur dan melakukan
            Rasa siomay secara keseluruhan sangat enak dan tentu saja harganya juga murah tetapi tidak murahan seperti siomay-siomay lainnya. Mulai dari anak SD-kuliah seperti saya tentu dapat merasakan nikmatnya Siomay Bandung ini. Hanya dengan membeli seharga Rp. 2000 pun sudah bisa mencicipi Siomay Bandung milik Amang ini. Tentu saja bisa memilih varisi isi yang diinginkan sesuai selera Anda.
            Beliau berpesan kepada para perantauan yang berprofesi sebagai penjual makanan yang berada di manapun untuk tetap ramah, jangan sampai mengecewakan pelanggan entah itu siapa, hindari pergaulan bebas sera tetap berdoa kepada yang kuasa agar tetap diberikan jalan rejeki oleh-Nya. 








Komentar