Nama : Damara Haryo Bagaskoro
NPM : 1643010111
Kelas : B43
Kuliner
Ayam Geprek Terpopuler di Sekitar UPN
AYAM
GEPREK BU CHOY: Kuliner ayam geprek depan kampus UPN
Bagi
pencinta kuliner, khususnya penikmat olahan ayam, pasti sudah tak asing dengan
ayam geprek. Kuliner asal Yogyakarta ini sedang hit di lidah masyarakat
Indonesia. Untuk menjumpai ayam geprek tak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta, sebab
ayam geprek sudah mulai banyak tersebar di daerah-daerah di Indonesia.
Di
kawasan Surabaya timur, ada sebuah tempat makan sederhana yang menyajikan olahan
ayam geprek yang tak pernah sepi pembeli, Ayam Geprek Bu Choy. Terletak di Pujasera
Jade, Jalan Medokan Ayu No. 29, di samping JNE cabang Medokan Ayu, depan kampus
UPN “Veteran” Jawa Timur.
Ayam
Geprek Bu Choy memang sudah tak asing di kalangan mahasiswa UPN. Berdiri sejak
15 Oktober 2015, Ayam Geprek Bu Choy awalnya berada di dalam Kampus UPN. Demi
menggaet pelanggan baru dan mengenalkan di luar Kampus UPN, pada pertengahan
2017, Ayam Geprek Bu Choy pindah ke tempat berjualan yang sekarang.
Nama
Choy pada Ayam Geprek Bu Choy adalah nama kecil dari sang pemilik, yakni Choiri
Watin, suami dari Bu Choy, Lilis Suryani. Pasangan suami istri ini merintis
bisnis ayam gepreknya yang terinspirasi dari ayam geprek di kantin UGM (Universitas
Gadjah Mada), Yogyakarta. Melalui banyak percobaan resep dan bumbu-bumbu,
hingga jadilah resep ayam geprek yang sekarang.
Memulai
usaha dengan modal awal kurang lebih satu juta. Kini, Ayam Geprek Bu Choy dalam
sehari bisa menjual hingga 600 porsi ayam geprek. Bahkan, kini mereka sudah
memiliki 9 pegawai.
Satu
porsi ayam geprek dipatok dengan harga yang cukup terjangkau. Hanya dengan 10.000
rupiah sudah bisa mendapatkan satu porsi ayam geprek original. Pembeli juga
dapat menambah topping keju maupun
mayones hanya dengan 1000 rupiah.
Meskipun
harganya murah, namun rasa dari ayam geprek Bu Choy tidak perlu diragukan lagi.
Terbukti dari banyaknya antrean yang selalu penuh. Ayam Geprek Bu Choy buka
dari hari Senin-Sabtu, mulai dari pukul 09.00 hingga 18.00.
Yang
istimewa dari Ayam Geprek Bu Choy, pembeli dapat mengambil nasi sepuasnya tanpa
tambahan biaya. Di sana juga disediakan lalapan berserta sambal tambahan bagi
penyuka pedas, dan semua itu gratis. Serta yang lebih istimewa dari Ayam Geprek
Bu Choy adalah adanya promo Jumat Berkah.
Jumat
Berkah adalah promo harga seporsi ayam geprek yang hanya ada di hari Jumat.
Ayam geprek yang seporsi seharga Rp10.000, di hari Jumat seporsi hanya Rp8.000.
Promo ini sudah ada sejak awal berdirinya Ayam Geprek Bu Choy.
Sang
pemilik mengutarakan, Jumat berkah ini selain untuk sarana promosi, juga untuk sedekah.
“Di samping untuk media publikasi, tapi untuk kita yang beragama Islam harus
mengingat mengenai hak untuk orang lain,” tutur Pak Choy.
JUMAT BERKAH:
Bisnis jalan, sedekah jalan.
Pelanggan
Ayam Geprek Bu Choy tak hanya dari mahasiswa UPN saja. Banyak pegawai kantor maupun
mahasiswa dari universitas lain yang menyempatkan waktu istirahat makan
siangnya untuk mampir dan makan. Tak jarang penghuni Apartemen Puri Mas pun
membeli makan di sini.
Saat
ini Ayam Geprek Bu Choy hanya ada di satu tempat. Untuk kedepannya, Ayam Geprek
Bu Choy telah memiliki rencana untuk membuka cabang. Namun, masih membutuhkan
waktu dan sumber daya yang mencukupi.
Jadi,
bagi Anda yang ingin merasakan lezatnya ayam geprek Bu Choy, maka harus datang langsung
ke tempat. Hal ini dikarenakan Ayam Geprek Bu Choy tidak memfasilitasi
pemesanan melalui aplikasi ojek online.
Tujuan tersebut agar tidak menambah biaya yang dibebankan pembeli sekaligus
mengenalkan tempat ini kepada yang belum tahu.
Kunci
kesuksesan Ayam Geprek Bu Choy terletak pada rasa dan mutu yang selalu terjaga.
Penjual yang ramah, dan pelayanan yang prima menjadi nilai tambah. Ditunjang
dengan tempat yang menampung banyak pembeli untuk makan di tempat. Serta tak
kalah penting adalah harga yang terjangkau.
“Kepercayaan, rasa jangan sampai dikurangi atau jumlahnya
jangan sampai dikurangi,”
-Pak Choy
FOTO BERSAMA: Usai
wawancara dengan Pak Choy (kiri).



Komentar
Posting Komentar