Langsung ke konten utama

Nama   : Alfian Ardy Z.
Kelas   : B43
NPM   : 1643010083


Sate Cak Lam : Spesialis Sate Kambing Istimewa


Siapa yang tidak mengenal sate? Ya, sate adalah makanan khas Indonesia berupa potongan daging yang ditusukkan pada batang kayu. Daging yang digunakan dapat diperoleh dari ayam, sapi, ataupun kambing. Dibakar dengan arang dan bumbu kecap sebagai olesan daging. Sate dipadukan dengan bumbu kacang yang sangat nikmat.
Di perbatasan Sidoarjo-Surabaya, ada warung sate yang sudah terkenal dikalangan pecinta kuliner. Sate Cak Lam, itulah nama warung spesialis sate kambing yang menjadi salah satu tujuan pecinta kuliner. Warung sate ini berada di Jalan Jambu VI nomor 18, Pondok Chandra, Waru. Apa yang membuat warung sate ini begitu istimewa?
Pemilik warung sate ini ialah Ghoelamali atau biasa dipanggil Cak Lam. Cak Lam merintis bisnis satenya sejak 1968. Modal yang dimiliki tidak banyak. Hanya dengan sebidang tanah bekas sawah di daerah Simo, Cak Lam membangun secara bertahap warung pertamanya sendiri dan berjualan sate disana. Pada tahun 1982, dengan hasil kerja kerasnya Cak Lam mampu membeli sebuah depot di daerah Tandes. Kemudian, Cak Lam sempat menghentikan usaha satenya pada tahun 1987-1989. Hingga pada tahun 1990, Cak Lam membeli rumah yang sekaligus sebagai tempat usaha satenya di Pondok Chandra, Waru.
Pada awal merintis, ukuran daging kambing yang ditusukkan kecil seperti sate kambing pada umumnya. Hingga di suatu waktu, saat ada pemilik dari rokok Sampoerna memesan sate untuk tamu dari Malaysia. Ukuran daging kambing yang dipesan lebih besar dari biasanya. Ketika tamu tersebut datang ke warung dan sate pun dihidangkan, pelanggan lain yang melihat sate dengan ukuran yang lebih besar bertanya-tanya kepada Cak Lam. “Lo Cak Lam, sate yang tak pesan kok kecil nggak kayak sate yang itu?”, cerita Cak Lam. Pelanggan itu akhirnya ingin memesan sate yang sama.
Permintaan sate dengan ukuran daging yang lebih besar menjadi favorit. Akhirnya, Cak Lam mengubah semua ukuran daging satenya menjadi lebih besar. Disinilah Cak Lam menemukan peluang bisnis sate yang membuat satenya berbeda. Hanya dengan ukuran dan pemilihan kualitas daging, Sate Cak Lam mampu dikenal oleh seluruh kalangan hingga saat ini.
“Demi menjaga kualitas, saya hanya menggunakan daging dari kambing yang masih muda. Karena daging kambing muda memiliki tekstur empuk yang membuat bumbu lebih mudah meresap”, kata Cak Lam. Teknik memotong dan kebersihan daging kambing selalu dijaga. Oleh karena itu, Cak Lam mempercayakan potongan daging di Haji Sofyan selaku pemilik ternak kambing.
Tidak hanya daging kambing, Warung Sate Cak Lam juga memiliki menu daging ayam dan gule kambing. Menu ini masih tergolong baru sejak 2 tahun lalu. “Saya disini cuma ngurus daging kambingnya, soalnya kan spesialis kambing jadi saya yang terjun langsung.”, ungkap Cak Lam. Jika Cak Lam mengurus daging kambing, maka daging ayam dan gule kambing diurus oleh istrinya, Sri Wahyuni. Sate ayamnya pun juga istimewa, ukuran potongan daging yang dihidangkan jauh lebih besar dari sate ayam pada umumnya.
Harga sate kambing sendiri pada awal mendirikan hanya Rp 12.500,- per porsi (10 tusuk). Sekarang, per porsi sate kambing dihargai Rp 150.000,- per porsi. Untuk harga gule kambing, ada 2 varian harga, yang pertama seharga Rp 50.000,- untuk porsi besar dan Rp 30.000,- untuk porsi sedang. Sementara untuk sate ayam harga satu porsinya Rp 75.000,-. Harga yang dipatok memang terbilang mahal untuk sate kambing dan sate ayam, tapi sepadan dengan kualitas daging dan rasa yang ditawarkan.
Mungkin bagi pelanggan pertama, harga sate tersebut sangatlah mahal jika dibandingkan dengan sate-sate pada umumnya. Namun, ketika pelanggan mencoba Sate Cak Lam untuk pertama kalinya, kenikmatan dari rasa, bumbu yang meresap, dan dagingnya yang juicy sangat memanjakan lidah. Pelanggan akan sangat cepat menyimpulkan bahwa Sate Cak Lam merupakan sate yang sangat istimewa.
Tiap harinya, Warung Sate Cak Lam mampu menghabiskan sekitar 15 kilogram daging kambing. Untuk daging ayam, sekitar 5 kilogram sehari. Warung Sate Cak Lam ini setiap harinya buka dari pukul 09.30 – 21.00. Tapi biasanya, larisnya warung ini membuat sekitar waktu ashar daging sate sudah habis. Jika kita datang sore menjelang malam, kita akan kehabisan sate, baik kambing maupun ayam.
Ketika membicarakan soal keuntungan, Cak Lam tidak pernah mematok target yang harus didapat dari penjualan satenya. “Omzet perbulan yang bisa didapatkan dari warung sate ini nggak tentu mas, biasanya minimal 10 juta perbulan atau bisa lebih. Tapi ya semuanya dipotong pajak usaha, gaji karyawan, sama sangu buat anak istri.”, jelas Cak Lam.







Komentar