Analisis Akurasi Media Cetak dan Media Online
“Kompas, Surya, Jawa Pos, Kumparan.com, Tirto.id, dan
Merdeka.com”
Oleh:
Ivan Divya Fauzan 1643010025
M. Alfian Ardi Z. 1643010083
Fauzi Kurniawan 1643010088
Karen Wibi H. 1643010106
Ibnu Rusman S. 1643010107
Damara Haryo B. 1643010111
Lukman Hakim 1643010119
Kata
Pengantar
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami
juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah Analisis
Akurasi Media Cetak dan Media Online “Kompas, Surya, Jawa Pos, Kumparan.com,
Tirto.id, dan Merdeka.com”
Makalah ini kami buat guna
memenuhi tugas dari mata kuliah jurnalisme cetak. Harapan kami semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke
depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi
lebih baik.
Kami yakin masih banyak kekurangan
dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Surabaya, 25 Februari 2018
Penyusun
Daftar
Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
Bab II Pembahasan
2.1
“Ada Kepala daerah yang bakal diperiksa”
2.2
“Integritas KPU dan Bawaslu Tercederai”
2.3
Anggota KPUD dan Ketua Panwaslu Garut
Ditangkap.
2.4
“Diduga terima suap, anggota KPU dan panwaslu Garut diciduk Satgas Anti Poltik
Uang”
2.5 “Foto Bersama Izi, Netralitas Pj Walikota Disoal”
2.6
‘Komisioner KPU dan Panwaslu Garut Diduga Terima Suap Rp200 Juta’
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
Lampiran 6
BAB
I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Adanya media masa dan media online saat ini merupakan kebutuhan akan
informasi bagi masyarakat. Di era digital yang kian pesat berkembang, media
mampu memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan mudah.
Kebutuhan masyarakat pada informasi, dimanfaatkan oleh berbagai media dalam
perannya menyampaikan informasi, edukasi, opini, dan ilmu pengetahuan kepada
para pembacanya. Seperti halnya pesan lisan dan isyarat pada komunikasi. Pada
hakikatnya media adalah perpanjangan lidah dan tangan yang berjasa meningkatkan
kapasitas manusia untuk mengembangkan struktur sosialnya (Rivers, 2004: 27).
Namun demikian, media online sering
mendapat sorotan karena acap kali mengorbankan prinsip-prinsip dasar jurnalisme
seperti salah satunya akurasi berita demi mengejar kecepatan. Berbeda halnya dengan media cetak yang
melakukan tahapan redaksional sehingga dapat menghasilkan berita yang lebih
akurat. Perlu dipahami bahwa kedua media tersebut memilki kriteria
masing-masing dari segi kelebihan dan kekurangan.
Makalah ini membandingkan pemberitaan
terkait kasus KKN Pilkada 2018 yang terjadi di Garut dan Jambi. Penulis
menggunakan tiga media cetak (Kompas, Surya, Jawa Pos) dan media online (Tirto.id, Merdeka.com,
Kumparan.com).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana
tingkat akurasi pada pemberitaan antara media cetak dan media online?
1.3 Tujuan
Penulisan
Mengetahui tingkat akurasi pada pemberitaan antara
media cetak dan media online?
BAB
II
Pembahasan
2.1
“Ada Kepala daerah yang bakal diperiksa”
Jawa
Pos, 26 Februari 2018
Pada
konteks berita ini menunjukkan tentang suatu berita yang menampilkan Walikota
Jambi yang sedang berfoto dengan pasangan calon Abdullah Sani-Kemas alfarizi
dijejaring media social(medsos). Hal tersebut menunjukan bahwa nilai kenetralan
Bapak Walikota Jambi perlu dipertanyakan. Karena pada dasarnya Walikota harus
bersifat netral dan tidak berpihak pada suatu paslon manapun. Entah itu
disengaja maupun tidak disengaja.
1. Pada
berita yang dimuat dalam kolom berita di Jawa Pos ini sudah cukup memberi
sumber-sumber yang kredibel dan benar-benar mengalami kejadian tersebut.
Sebagai contoh pada sumber yang dimasukkan, Reporter mencari sumber-sumber yang
berimbang seperti mencamtumkan sumer dari Bapak walikota Jambi, paslon yang
berfoto dengan Bapak Walikota, dan dari Pihak KPU.
2. Tentang
porsi mengenai lebih atau kurang mengenai penekanan pada berita, kami
sekelompok secara objektif akan mengatakan bahwa porsi yang disajikan sudah
sangat cukup-cukup berimbang.
3. Salah
satu hal yang menjadi keunggulan dari Jawa Pos ini adalah kredibilas tentang
membuat berita secara rinci. Dari analisis yang kami lakukan, kami tidak
menemukan suatu kesalahan eja. Satupun tidak. Benar-benar menunjukan secara
rinci dan detail.
4. Sama
seperti point nomer 3, menurut hemat dari analisis kelompok kami, mengenai
penulisan quotes, umur, tanggal dan tempat kejadian perkara. Tidak ada
kesalahan-kesalahan pada berita dari Jawa Pos ini. Sudah sangat cukup teratur
dan cukup teliti.
5. Dalam
salah satu sumber di Internet, Atribusi memiliki makna yaitu bagaimana kita
membuat keputusan tentang seseorang. Kita membuat sebuah atribusi ketika kita
merasa dan mendeskripsikan perilaku seseorang dan mencoba menggali pengetahuan
mengapa mereka berperilaku. Tentang bagaimana Jurnalis menceritakan alur pada
narasumber sudah cukup menggambarkan pada kejadian secara nyata.
2.2 “Integritas KPU dan Bawaslu
Tercederai”
Kompas, Senin 26 Februari 2018
Dalam
koran Kompas edisi Senin, 26 Februari 2018, menampilkan berita "Integritas
KPU dan Bawaslu Tercederai". Berita ini menginformasikan penangkapan
anggota KPU Garut, Ade Sudrajat, dan Ketua Panwaslu Garut, Heru hasan Basri
terkait dugaan suap penetapan pasangan calon dalam Pilkada Garut berpotensi
meruntuhkan kepercayaan publik ke penyelenggara pemilu. Ade Sudrajat menerima
suap berupa satu unit mobil Daihatsu Sigra dan Heru Hasan Basri menerima suap
berupa uang tunai sebesar 10 juta rupiah. Suap ini diberikan oleh D yang
merupakan tim sukses dari salah satu pasangan calon Pilkada.
1. Berita
yang dimuat dalam Kompas edisi Senin 26 Februari 2018 ini memberikan informasi
dari narasumber yang seimbang, baik dari sisi KPU, Bawaslu, maupun dari
kepolisian Jawa Barat. Sehingga, berita ini memiliki kredibilitas dan dapat
dibuktikan karena merupakan fakta yang benar-benar terjadi.
2. Menurut
kelompok kami, porsi pemberitaan yang dimuat dalam Kompas ini tidak berlebihan.
Keseimbangan narasumber membuat berita ini memiliki tekanan yang tidak berat
sebelah. Sehingga, berita ini memiliki kelayakan untuk disebar luaskan tanpa
memiliki unsur penyebaran kebencian yang dapat merusak citra salah satu
lembaga.
3. Dalam
berita ini, ada satu kesalahan fatal dalam penulisan. Yaitu penulisan nama
Ketua Panwaslu. Dalam berita tersebut, tertera nama Ketua Panwaslu Heru hasan
Basri, namun, nama Ketua Panwaslu adalah Heri hasan Basri. Kesalahan eja dalam
tanda baca tidak ditemukan dalam berita. Berita ini memiliki struktur yang rapi
dan teratur.
4. Sama
seperti nomor 3, Terdapat kesalahan nama dalam berita ini, yaitu pada nama
Ketua Panwaslu. Yang seharusnya bernama Heri Hasan Basri, namun dalam berita
tertulis Heru Hasan Basri. Sementara itu, tidak terdapat kesalahan tanggal,
lokasi, ataupun umur dalam berita ini.
5. Menurut
kami, tidak ada kesalahan atribusi narasumber dalam berita ini. Tiap informasi
dari narasumber dideskripsikan secara jelas sehingga tidak ada yang
ditutup-tutupi untuk menimbulkan pernyataan mengenai sesuatu. Pengetahuan yang
diberikan oleh jurnalis kepada masyarakat dari berita ini sudah layak untuk
disebarluaskan karena cukup untuk menggambarkan sebuah kejadian yang nyata.
2.3 Anggota KPUD dan Ketua Panwaslu Garut Ditangkap.
Surya, Senin, 26 Februari 2018
Pemberitaan
penangkapan ketua Panwaslu Kabupaten Garut yang dimuat dalam surat kabar Harian
Pagi Surya terbitan Senin, 26 Februari 2018, dengan judul pemberitaan Anggota KPUD dan Ketua Panwaslu Garut
Ditangkap.
Satgas Anti
Politik Uang Mabes Polri dan Polda Jabar menangkap anggota Komisi Pemilihan
Umum Daerah (KPUD), Ade Sudrajad dan Ketua Panitia Pengawass Pemilu (Panwaslu)
Garut, Jawa Barat, Heri Hasan Basri.
Dari beberapa indikator
akurasi, ada beberapa hal yang di dalam berita Anggota KPUD dan Ketua Panwaslu Garut Ditangkap yang telah sesuai
dan kurang sesuai.. Dari indikator omission,
telah sesuai karena telah mencantumkan semua sumber pemberitaan, mulai dari
keterangan yang diberikan oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto,
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol.Mohammad Iqbal, Ketua Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Garut, Hilwan Fanaqi, hingga Ketua Bawaslu, Abhan, yang
memberikan keterangan terhadap kasus tersebut.
Selanjutnya, indikator under/over emphasis di dalam berita
tersebut sudah pas, karena tidak memberikan tekanan yang berlebihan kepada
pelaku praktik politik uang, justru pemberitaan jelas memberikan keterangan
dari berbagai keterangan pihak yang terkait agar menjamin ketepatan berita yang
disajikan.
Lalu pada indikator misspelling, terdapat beberapa kesalahan
pada tanda baca, penggunaan huruf kapital dan ejaan baku. Didapati kelalaian
pada penggunaan tanda baca koma setelah penyebutan gelar yang disertai nama,
sebagai contoh pada paragraf ketiga, “Penyidik Polda Jabar telah menahan
anggota KPUD Garut Ade Sudrajad dan Ketua Panwaslu.” Tidak ada pemakaian tanda
koma setelah kata ‘KPUD’ sebelum penamaan nama seseorang, dan pengkapitalan
huruf ‘K’ pada kata ‘Ketua Panwaslu’.
Misquotes,
pada
pemberitaan ini telah sesuai dengan indikator akurasi ini. Tidak ada kesalahan
penulisan baik nama, umur, lokasi, dan tanggal. Semuai telah sesuai dari apa
yang diperoleh dana pa yang diberitakan.
Yang terakhir,
kesalahan menampilkan atribusi narasumber, tidak ditemukan kesalahan di sini.
Telah sesuai, pemahaman kasus yang dikuasai oleh narasumber menjadi poin tambah
untuk akurasi isi berita dalam pemberitaan ini.
2.4 “Diduga terima suap, anggota
KPU dan panwaslu Garut diciduk Satgas Anti Poltik Uang”
Merdeka.com 24 februari 2018 23:44
Merdeka.com
– polisi mengamankan komisioner Komisi Pemlihan Umum (KPU) dan Panita Pengawas
Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut, Sabtu (24/2) terkait kasus dugaan penerimaan
suap untuk meloloskan calon bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Garut.
Pada
alinea diatas merupakan sedikit kutipan head-line
tentang berita yang dianalisis oleh kelompok kami. Pada dasarnya, berita yang
disajikan kepada kalayak haruslah berimbang, berdasarkan fakta dan salah
satunya adalah tepat (akurasi). Berikut adalah analisis Akurasi yang dilakukan
oleh kelompok kami.
· Pada
berita tersebut terdapat sumber-sumber yang kredibel dan berkompeten
dibidangnya. Contohnya seperti Polresta AKBP Budi Satria Wiguna dan Ketua KPU
Garut, Hilwan Fanaqi.
· Berita
tersebut tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. Justru sudut pandang merdeka.com sangat berimbang menurut
kami, karena mereka mengambil sumber dari masing-masing instansi terkait,
seperti dari kepolisian dan KPU Garut.
· Dalam
berita ini tidak ditemukan adanya misspelling
dan kesalahan penulisan lainnya. Karena dalam berita ini tidak disertai umur
narasumber secara spesifik. Bahasa yang digunakan pun singkat dan padat. Jadi
tidak memerlukan banyak kata agar tidak terjadi misspelling. Mungkin mereka sadar bahwa mereka hanya mengandalkan
kecepatan, oleh karenanya berita yang ditulis memiliki kata-kata yang singkat
dan tidak mencantumkan umur narasumber secara spesifik.
· Cara
merdeka.com menampilkan atribusi
narasumber sudah cukup menurut kami. karena hanya dengan penyampaian kata yang
singkat, kami sudah dapat memahami isi berita tersebut.
2.5 “Foto Bersama Izi, Netralitas Pj Walikota
Disoal”
Kumparan.com,
21 februari 2018
Dalam pemberitaan “Foto Bersama Izi, Netralitas Pj Walikota Disoal” yang
dimuat dalam portal berita online Kumparan.com
terdapat beberapa hal dalam yang perlu disoroti.
Secara
omission berita tersebut telah mencantumkan sumber berita yang diperoleh dari serujambi.com. Informasi dari
sumber berita tersebut berupa hasil wawancara dengan narasumber berita.
Under/Over emphasis, berita tersebut tergolong kurang
dalam memberi perhatian atau tekanan terhadap berita yang dimuat. Pemberitaan
ini cenderung tidak memberikan ruang kepada pihak yang muncul dalam pemberitaan
tersebut.
Misspeling,
terdapat satu kata yang mengalami salah penulisan yaitu ‘kedepatan’ yang seharusnya ‘kedapatan’. Serta yang terakhir tidak
terdapat misquotes dan kesalahan menampilkan atribusi dalam pemberitaan
tersebut
2.6 ‘Komisioner KPU dan
Panwaslu Garut Diduga Terima Suap Rp200 Juta’
Tirto.id,
26 Februari 2018
Selanjutnya
adalah pemberitaan dari situs berita tirto.id yang berjudul terdapat beberapa
hal yang yang perlu dikaji secara akurasi.
Pertama omission,
pemberitaan yang dimuat dalam situs tirto.id tersebut telah mencantumkan sumber
yaitu dari ‘Antara’. Informasi dari
sumber berita tersebut berupa hasil fakta-fakta lapangan.
Under/over
emphasis, pemberitaan tersebut telah tepat secara porsi. Keberimbangan telah
terpenuhi dan mampu memberikan informasi secara proporsional.
Dari segi Misspeling, tidak terdapat kata yang
mengalami salah penulisan. Serta
yang terakhir tidak terdapat misquotes dan kesalahan menampilkan atribusi dalam
pemberitaan tersebut
BAB
III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Dalam banyak perspektif, dapat kita simpulkan dalam
kadar tertentu Media cetak memiliki banyak aspek-aspek yang dapat memberi
nilai-nilai tambah. Namun begitu pula yang terjadi pada Media Online. Kita
dapat dengan sesegera mungkin menyimpulkan kelebihan-kelebihan pada Media cetak
yang tidak terdapat pada Media online. Begitu pula sebaliknya. Dalam analisis
Kelompok kami, kami dapat menyimpulkan kelebihan dari Media cetak adalah
tentang keakuratan dan tingkat kadar ketelitian yang tinggi, namun satu yang kurang
dari Media cetak adalah Media cetak memiliki sekian waktu untuk mempublikasikan
berita. Yang daripada poin-poin tersebut sangat bertolak belakang dengan Media
online. Media online memiliki kelebihan pada kecepatan mempublikasikan berita,
karena pada dasarnya Internet tidak memiliki batas-batas waktu yang jelas.
Karena saat berita itu terjadi, pada saat itu juga berita dapat dipublikasi.
Namun dari berita Online memiliki kekurangan tentang keakuratan yang kurang dan
ejaan-ejaan bahasa Indonesia yang kadang membuat mata kita sedikit sakit.
Tapi, dengan sangat bijak dari
pikiran yang objektif, kita tidak dapat menggeneralisasi Media cetak dan Media
online dari kelebihan dan kekurangan yang tersurat. Beberapa poin dapat memberi
nilai tambah untuk Media cetak, dan beberapa poin pula dapat memberi nilai
tambah untuk Media online. Hal tersebut dapat tergantung pula dari nama besar
media yang menjadi acuan untuk kita mencari berita. Terima kasih.
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
Lampiran 6








Komentar
Posting Komentar